Kelengkeng Penyembuh Luka Bakar

Buah sebesar biji kelereng ini daging buahnya berwarna agak bening dan banyak mengandung air. Konon, orang dari negeri Jiran akrab menyebutnya ‘mata kucing’, sedangkan di lidah orang Indonesia buah berkulit coklat ini lebih akrab dengan sebutan buah kelengkeng. Baik biji kelengkeng maupun daging buahnya, dapat digunakan sebagai penyembuhan penyakit. Ingin tahu apa sajakah?

Buah bulat sebesar biji kelereng, berkulit agak keras berwarna cokelat, daging buahnya putih lembut dan berair, berbiji hitam agak besar. Orang Cina mem­beri nama buah asli Asia ini long yan rou, yang artinya mata naga yang tajam. Kelengkeng juga disebut buah euforia, mungkin karena dapat mem­buat orang berenergi. Merupakan buah musiman dengan rasa yang sungguh manis, cocok digunakan sebagai campuran minuman, karena terasa segar dikonsumsi saat hari terasa panas.
Manfaat:
Kelengkeng berisi phenolic terutama yang terbanyak pada bijinya, seperti asam gallic, corilagin, dan asam ellagic, yang mengindikasikan adanya kandungan antioksidan.
Bijinya juga mengandung saponin, tanin, dan lemak, sehingga kerap dipakai sebagai bahan pembuat sampo dan untuk mengatasi keringat berlebihan. Juga digunakan untuk menghentikan perdarahan. Di Cina, biji kelengkeng dibuat minyak.

Daging buahnya tercatat dipakai secara tradisional untuk obat sakit perut (alat pencernaan), mengusir demam dan membunuh cacing perut, juga penangkal racun. Air seduhan daging buah yang dike­ringkan merupakan penyegar dan obat untuk insomnia, kelelahan kro­nis, perasaan lemah, tidak dapat konsentrasi, tidak nafsu makan.
Di Vietnam, biji kelengkeng dimemarkan dan digunakan untuk mengobati luka akibat gigitan ular karena diyakini dapat menyerap bisa ular. Juga kerap digunakan untuk mengatasi luka bakar. Daun dan bunganya di Cina dijual sebagai herbal.
Daunnya mengandung quercitrin dan quercetin, yang memiliki sifat antioksidan dan antivirus, sehingga bisa diman­faatkan untuk me­ngobati alergi, kanker, diabetes, dan penyakit kardiovasku­lar.
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, dan asam tartaric yang merupakan sumber energi yang baik. Rasanya sangat manis dan berguna untuk meningkatkan stami­na, terutama sehabis sakit.
Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau sete­lah melahirkan. Bila dimakan dalam kondisi segar juga bisa mengurangi demam. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia, dan pemutihan rambut dini. Namun, jika makannya terlalu banyak akan membuat tubuh panas karena kelebihan energi.
Kandungan gizi:
Zat besi, magnesium, fosfor, potassium, vitamin A dan C, tiamin, kalsium, serat, protein.

Cara pemakaian:

Kulit terbakar

Ambil cangkang kelengkeng yang telah dibakar sampai gosong. Tumbuk halus dan campur dengan minyak tung (aleuritis fordii). Kemudian bubuhkan pada bagian yang terbakar. Ramuan ini tidak saja meringankan rasa panas yang menjalar tapi juga luka bakar tanpa meniggalkan bekas.

Luka borok yang tak kunjung kering

Ambil sedikit cangkang (kulit) kelengkeng atau biji buah, kemudian bakar sampai gosong seperti arang lalu tumbuk halus. Campur dengan minyak zaitun dan sebarkan ke daerah yang luka.

Kulit pendarahan akibat jatuh

Ambil beberapa biji kelengkeng yang telah kering, bakar sampai gosong seperti arang. Lalu tumbuk sampai halus dan sebarkan ke daerah yang luka.

Karena buah kelengkeng merupakan buah musiman, kemungkinan Anda akan kesulitan untuk mendapatkan kulit dan biji kelengkeng disaat membutuhkannya. Ada cara yang bisa Anda pakai, yaitu saat musim kelengkeng tiba. Anda bisa menyimpan kulit dan bijinya dalam wadah khusus.

Caranya, cuci bersih kulit dan biji kelengkeng lalu jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering, lalu simpan.

Demikian sekilas tentang buah kelengkeng, di samping rasanya manis, ternyata banyak manfaatnya kan? Oleh karena itu sering-seringlah mengonsumsi, agar dapat mencoba manfaatnya. (Abu Fathimah)

Pos ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan dan tag . Tandai permalink.