KAPSUL HERBAL BATU GINJAL

herbal batu ginjal

herbal batu ginjal

Perijinan:
Depkes RI 313331102058
Kapsul No. Sertifikat Halal MUI 1636072001
Isi : 80 kapsul

Komposisi: SOnchus sp (daun tempuyung), Clerodendron sp
Kegunaan :
– Mengatasi penyakit batu ginjal

Aturan pakai : Diminum 2 x sehari pagi dan sore hari 2 kapsul

tempuyungTempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar
matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing,
tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai
tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa
ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian
50 – 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 – 2 m,
mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang
berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh
berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun
berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk
jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 – 48
cm, lebar 3 – 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar
dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal
memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan
berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai,
mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan
menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya
memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan.
Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut
lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m
disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit
bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).;
Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs
(Perancis).; Sow thistle (Inggris).;

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit
dan dingin. KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung
oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika,
kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN
HASIL PENELITIAN : 1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan
ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in
vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan
kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara
jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan
batu ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air
lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak.
Farmasi UGM, 1988). 2. Praperlakuan flavonoid fraksi etil
asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon
tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek
Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik
goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara
(mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi
(hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.;

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan. INDIKASI
:Tempuyung dapat mengatasi: – batu saluran kencing dan batu
empedu, -radang usus buntu (apendisitis), radang payudara
(mastitis), -disentri, – wasir, – beser mani (spermatorea), –
darah tinggi
(hipertensi), – pendengaran berkurang (tuli), – rematik gout,
memar,dan – bisul, luka bakar. CARA PEMAKAIAN : Daun atau
seluruh tumbuhan sebanyak 15 – 60 g direbus, lalu diminum.
Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu
ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk
kompres bisul, luka bakar, dan wasir.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Radang payudara Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15 g
direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 – 3
kali sehari.

2. Bisul Batang dan daun tempuyung segar
secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya
digunakan untuk mengompres bisul.

3. Darah tinggi, kandung
kencing dan kandung empedu berbatu Daun tempuyung segar
sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan sebentar. Makan
sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali sehari.

4.
Kencing batu a. Daun tempuyung kering sebanyak 250 mg direbus
dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin
disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari.
Lakukan setiap hari sampai sembuh. b. Daun tempuyung, daun
avokad (Persea americana), daun sawi tanah (Nasturtium
montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2
jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air
bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air
yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.
c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus)
segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari
gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya.
Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari,
masing-masing 3/4 gelas.

5. Pendengaran berkurang (tuli) Herba
tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak.
Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya
diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

Pos ini dipublikasikan di Herba Gagal Ginjal, Produk GRIYA HERBA dan tag , , , , , . Tandai permalink.