Kenali Gejala Diabetes

diabetes

Diabetes (Kencing manis) adalah suatu penyakit dengan peningkatan glukosa darah di atas normal. Dimana kadar glukosa darah diatur tingkatannya oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Peningkatan jumlah penderita diabetes akhir-akhir ini sangat cepat, dan banyak diantaranya tidak menyadarinya betapa seriusnya penyakit tersebut. Hal ini disebabkan karena beberapa penderita tidak merasakan timbulnya gejala-gejala diabetes.

Ada beberapa gejala umum penyakit diabetes dimana seseorang seharusnya memeriksakan pada dokter. Terutama bagi orang yang berumur lebih dari 45 tahun, sangat penting untuk selalu memeriksakan kadar glukosa darahnya setiap tahun. Alasan mengapa banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes karena mereka menganggap enteng gejala-gejala diabetes atau tidak merasakan gejalanya.

Beberapa gejala diabetes yang perlu anda ketahui adalah air kencing yang terlalu banyak, rasa lapar dan haus yang berlebihan, penurunan berat badan yang mendadak atau abnormal, penglihatan agak kabur, borok atau luka yang susah sembuh, terjadinya infeksi atau peradangan yang berulang-ulang, sakit kepala, kelelahan, gatal dan kulit kering. Namun, merasakan beberapa gejala-gejala tersebut bukan berarti anda pasti menderita diabetes, karena beberapa gejala tersebut juga terjadi pada penyakit lain. Untuk memastikannya anda harus segera memeriksakannya pada dokter.

Penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala diabetes dan penanganan awal dari gejala-gejala tersebut sehingga serangan diabetes yang lebih serius bisa kita hindari. Penanganan awal yang bisa kita pertimbangkan adalah pola dan menu makan, sebelum menggunakan obat dan hormon insulin tambahan. Gaya hidup yang sehat memiliki peran penting dalam mencegah atau mengurangi resiko terjadinya komplikasi dengan penyakit lain, dimana diet sehat dan olahraga adalah faktor penting di dalamnya. Dan juga harus diingat untuk selalu memeriksakan kesehatan kita ke dokter secara rutin.

Tanda Dan Gejala Kencing Manis (Diabetes Melitus Tipe 2)

Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.

Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.

Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.

Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.

Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.

Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.

Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.

Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Waspadai Tiga Gejala Awal Diabetes Mellitus

Sering Lapar, Haus, dan Berkemih

Jangan pernah merasa selalu sehat, terutama bila Anda berusia diatas 40 tahun dan berbadan gemuk. Diabetes mungkin tengah mengintai tubuh Anda. Terlebih penyakit itu menunjukkan gejala awal yang sangat manusiawi sekali, yaitu perasaan ingin selalu makan, haus dan sering berkemih. Akibat ketidaktahuan membaca isyarat tubuh tersebut, hampir sebagian besar penderita diabetes mellitus (DM) atau kencing manis berobat ke dokter sudah dalam keadaan parah.

“Kalau seseorang sudah kehilangan nafsu makan, baru deh berobat ke dokter. Padahal semua sudah terlambat,” kata pakar diabetes, Dr dr Sidartawan Soegondo dalam acara media edukasi tentang diabetes melitus di Jakarta, belum lama ini.

Hal itu bisa dikatakan terlambat, lanjut dr Sidartawan, karena diabetes tidak bisa disembuhkan sepanjang hidup. Namun, penyakit tersebut bisa dikontrol dengan diet, olahraga dan obat-obatan.

“Dalam banyak kesempatan, saya selalu ingatkan kepada masyarakat untuk melakukan cek kesehatan bila tubuh mulai sering merasa kelaparan, kehausan dan sering buang air kecil. Itu gejala awal diabetes yang harus terus diwaspadai. Semakin dini kita mengetahui penyakit itu, akan lebih mudah dan murah penanganannya. Tidak perlu obat-obatan, tetapi cukup diet dan melakukan aktivitas fisik,” ujar staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.

Peringatan tentang DM tipe 2– yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat ini menjadi sangat penting, bila melihat jumlah penderitanya di Indonesia saat ini sudah mencapai 5 juta orang. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat jika melihat kecenderungan 5 tahun terakhir, yang mana telah terjadi peningkatan sekitar 230 ribu orang setiap tahunnya.

Dr Sidartawan menjelaskan, setiap orang mempunyai potensi yang sama untuk terkena diabetes. Namun, orang-orang yang memiliki riwayat kesehatan keluarga diabetes berpotensi terkena diabetes lebih dini, bila menjalankan hidup tidak sehat seperti banyak mengkonsumi makanan berlemak, bergula dan kurang beraktivitas.

“Riwayat kesehatan keluarga perlu diperhatikan benar. Jangan hanya dilihat dari kondisi kesehatan ayah dan ibu, tetapi juga kakek, nenek, paman, bibi atau sepupu yang memiliki hubungan darah. Kalau salah satu diantara mereka ada yang terkena, hendaknya mulai dari sekarang mengatur pola makan agar tidak menyesal di kemudian hari,” ucap dr Sidartawan.

Ia menjelaskan, perilaku makan yang buruk seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan makanan manis ternyata bisa merusak kerja organ pankreas. Organ tersebut mempunyai sel beta yang berfungsi memproduksi hormon insulin. Insulin berperan membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Glukosa yang tidak dapat diserap oleh tubuh– karena ketidakmampuan hormon insulin mengangkutnya– terus bersemayam dalam aliran darah, sehingga kadar gula menjadi tinggi. Sebagian glukosa juga bisa terbuang melalui urin sehingga air seni menjadi ma-nis. Oleh sebab itu, penyakit diabetes disebut juga kencing manis.

“Hampir 90 persen orang dengan diabetes tipe-2 mengalami resisten insulin. Artinya, meski tubuh mampu menghasilkan insulinnya sendiri, namun tubuh tidak dapat menggunakan sebagaimana mestinya. Itu artinya, sel-sel tubuh tidak “mendengarkan” perintah insulin agar gula dapat diserap. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi,” katanya.

Akibat tubuh tidak mendapat asupan glukosa, maka syaraf lapar terus menagih sehingga timbul keinginan untuk makan dan minum terus. Namun, satu hal yang perlu diwaspadai adalah meski doyan makan, berat badan malah turun drastis. “Bila sadar akan kondisi ini, segeralah melakukan perencanaan makan (meal planning) dan banyak melakukan aktivitas fisik. Karena belum terlambat untuk diperbaiki,” katanya.

Namun, bila kondisi itu tidak segera diantisipasi, maka organ pankreas akan mengalmi kelelahan dan memperberat kerja sel beta. Diabetes tipe dua yang semakin parah karena resistensi insulin dan disfungsi beta sel akan menyebabkan tubuh sulit mengendalikan kadar glukosa dalam darah. “Kalau sudah parah seperti itu, penderita diabetes membutuhkan obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula dalam darahnya, selain tetap melakukan diet dan aktivitas fisik,” katanya.

Namun, satu kabar menggembirakan adalah ditemukannya obat diabetes baru yang mengatasi langsung kelainan pada diabetes tipe dua, yaitu Avandia buatan perusahaan farmasi GlxoSmith Kline.

Menurut dr Sidartawan Soegondo, penemuan obat-obat terbaru ini menjadi sangat penting untuk penatalaksanaan diabetes yang lebih praktis dan manjur, agar tidak terjadi komplikasi yang dapat merenggut nyawa penderitanya. “Penyebab kematian pada penderita diabetes itu bukan disebabkan oleh penyakit itu semata, tetapi akibat komplikasi terhadap organ lain. Kalau gula darah itu mengganggu kerja pembuluh darah besar, maka akan timbul penyakit jantung, stroke, syaraf atau amputasi kaki. Tetapi bila mengenai pembuluh darah kecil maka akan terjadi gangguan pada mata atau ginjal.

“Itulah pentingnya penderita diabetes terus melakukan pengendalian terhadap kadar gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi. Sekali terkena, pasien itu akan menyesal seumur hidup,” ucap dr Sidartawan menegaskan.

Namun, satu hal yang tidak boleh diabaikan penderita diabetes untuk keberhasilan pengobatan optimal adalah pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter, ahli nutrisi, diet dan membangun komunikasi yang efektif di antaranya.

Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pasien tentang kondisi, pengobatan dan terapi yang seharusnya dilakukan agar membantu pasien mengontrol kadar gulanya serta mencegah berbagai komplikasi penyakit lainnya.

“Banyak pasien diabetes yang berumur panjang, asalkan taat menjalankan saran ahli. Tak perlu diet ketat, tetapi cukup melakukan perencanaan makan. Sehingga pasien diabetes tetap bisa menjalani hidup seperti lainnya,” kata dr Sidartawan Soegondo menandaskan. (Tri Wahyuni)

Suara Karya Online – Sabtu, 11 November 2006

Pos ini dipublikasikan di Artikel Diabetes dan tag , , , , . Tandai permalink.