Merokok, siap-siap kena kencing manis – diabetes

Kencing manis | Inilah alasan lain untuk melempar rokok jauh-jauh. Merokok, yang sudah diketahui mengakibatkan kanker paru-paru, serangan jantung dan stroke, juga meningkatkan resiko bagi jenis diabates paling umum, kata beberapa peneliti.

Perokok menghadapi peningkatan resiko 44% untuk terserang diabetes type 2 jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, demikian temuan para peneliti Swiss tersebut.

Dr. Carole Willi dari University of Lausanne di Swiss dan rekannya menganalisis 25 kajian yang menyelidiki hubungan antara merokok dan diabetes yang disiarkan antara 1992 dan 2006, dengan sebanyak 1,2 juta peserta yang ditelusuri selama 30 tahun.

Mereka mendapati resiko bahkan lebih tinggi bagi perokok berat. Mereka yang menghabiskan sedikitnya 20 batang rokok sehari memiliki resiko terserang diabetes 62% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Berhenti merokok akan mengurangi resiko itu. Bekas perokok menghadapi resiko 23% lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan perokok, jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang masih merokok saat ini, lapor para ilmuwan itu dalam Journal of American Medical Association.

“Pada tingkat kesehatan masyarakat, ini sangat penting karena peristiwa diabetes secara dramatis meningkat. Makan menghindari diabetes akan menjadi alasan baik lain bagi perokok untuk berhenti atau bagi orang yang tidak merokok untuk tidak memulai,” kata Willi melalui surat elektronik.

Diabetes type 2, bentuk diabetes yang seringkali berkaitan dengan kelebihan berat badan, pola makan yang buruk dan gaya hidup atau lifestyle yang tak pernah berubah, menjadi makin umum ditemui di banyak negara.

Dapat dicegah
Menghisap rokok adalah penyebab utama kematian global yang dapat dicegah, dan telah menewaskan tak kurang dari 4 juta orang per tahun atau sekitar 9% angka kematian di seluruh dunia, kata para peneliti tersebut.

Selain mengakibatkan paling banyak kasus kanker paru-paru serta jenis lain kanker, merokok juga dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis dan penyakit lain.

“Konsekuensi dari temuan ini juga penting karena diabetes dan menghisap rokok adalah faktor resiko utama penyakit jantung dan urat darah,” kata Willi.

Willi menyatakan bahwa para peneliti tersebut sebelum tak diarahkan agar menyimpulkan bahwa merokok sesungguhnya mengakibatkan diabetes pada orang-orang di dalam 25 kajian.

Namun Willi mengatakan kenyataan bahwa makin banyak merokok yang mengakibatkan resiko diabetes yang lebih tinggi menunjukkan bahwa merokok mengakibatkan penyakit itu.

Selain itu, merokok mendahului perkembangan diabetes pada peserta di semua kajian tersebut, kata Willi.
Merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin, kata para peneliti tersebut. Itu berarti merokok dapat mencampuri cara tubuh memanfaatkan insulin. Kebal terhadap insulin biasanya mengawal diabetes type 2.

Dalam tajuk yang menyertai penelitian tersebut, Eric Ding dan Dr. Frank Hu dari Harvard School of Public Health di Boston mengatakan saran kesehatan masyarakat untuk mencegah diabetes jenis 2 mesti meliputi pesan anti-rokok.

“Pencegahan utama masyarakat terhadap diabetes type 2 dapat dicapai melalui menghindari merokok dan perubahan faktor gaya hidup melalui kombinasi pemantau ketat kesehatan, kegiatan fisik rutin, sedikit konsumsi alkohol dan pola makan yang layak,” tulis mereka.

Sumber : http://www.kapanlagi.com/

Pos ini dipublikasikan di Artikel Diabetes dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s